ASRIL MUDA HARAHAP
21210183
1EB12
Kebijakan fiskal
PENGERTIAN Penggunaan APBN untuk mencapai beberapa tujuan ekonomi makro seperti tingkat kesempatan kerja penuh, pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan, dan stabilitas tingkat harga. Dalam rangka mendorong kinerja ekonomi, kebijakan fiskal dapat berupa : Tax cut (kesinambungan beban pajak) Spending increase (kenaikan belanja pemerintah)
Krisis ekonomi global telah mempengaruhi perekonomian Indonesia secara signifikan, dalam bentuk: Penurunan ekspor Penurunan tingkat produksi Penurunan pertumbuhan ekonomi Peningkatan pengangguran dan kemiskinan Negara-negara lainnya seperti China, Australia, Jepang, Hongkong, New zealand, negara-negara ASEAN juga terpengaruh krisis global. Untuk meminimalkan efek negatif dari krisis ekonomi global, Pemerintah dan DPR sepakat untuk merumuskan langkah penyesuaian melalui program stimulus fiskal.
Kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang yang beredar, namun kebijakan fiscal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrument kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan dengan pajak. Dan sisi pajak jelas jika mengubah tariff pajak yang berlaku dan akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri dapat meningkatkan output, dan juga sebaliknya apabila kenaikan pajak tinggi maka akan menurunkan daya beli masyarakat dan industry pun akan turun outputnya.
Tujuan dan fungsi kebijakan fiskal
Tujuan Kebijakan Fiskal Mencapai atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya: Meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Memperluas lapangan kerja dalam rangka mengurangi pengangguran dan menanggulangi kemiskinan. Menstabilkan harga-harga barang, khususnya mengatasi inflasi. Fungsi APBN sebagai piranti kebijakan fiskal Sebagai rencana kerja dan keuangan tahunan Pemerintah, APBN mengemban fungsi: Otorisasi : sebagai dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja negara Perencanaan : sebagai pedoman untuk merencanakan kegiatan Pengawasan : sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian antara pelaksanaan dengan ketentuan
Rabu, 18 Mei 2011
perkembangan perekonomian Indonesia
ASRIL MUDA HARAHAP
21210183
1EB12
Perkembangan Perekonomian Indonesia
1. Berdasarkan perubahan kebijakan yang Belanda lakukan di Hindia Belanda (Indonesia). (SEBELUM KEMERDEKAAN).
• Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) tahun 1620
Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi antara lain :
1. Hak mencetak uang
2. Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
3. Hak menyatakan perang dan damai
4. Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
5. Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
•Pendudukan Inggris (1811 – 1816)
Inggis berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Dengan Landrent, penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris. Peubahan yang cukup mendasar dalam dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami kegagalan di akhir kekuasaan Inggris di Hindia Belanda.
•Cultuurstelstel
Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia.
2. Masa perekonomian pasca kemeredekaan(order lama)
pada awal kemerdekaan, kehidupan ekonomi Indonesia sangat sulit, karena pada masa pendudukan Jepang seluruh potensi ekonomi Indonesia diexploitasi untuk kepentingan perang. Hal ini menyebabkan inflasi yang berat karena adanya mata uang Jepang yang tidak terkedali kas Negara menjadi kosong, pajak-pajak dan bea masuktidak ada, sebaliknya pengeluaran menjadi bertambah.Keadaan yang sulit ini di tambah dengan blockade ekonomi yang dilakukan oleh
Belanda.blokade ini menutup perdagangan Indonesia sejak di mulai pada bulan November 1945.
Alasan Belanda melakukan blokade ekonomi adalah:
• Mencegah masuknya senjata dan peralatan ke militer Indonesia
• Mencegah keluarnya hasil-hasil perkebunan milik belanda dan miki pengusaha asing lainnya
• Melindungi bangsa Indonesia dari tindaka-tindakan dan perbuatan Indonesia yang dilakukan oleh bangsa lain.
1. Masa Demokrasi Liberal (1950 – 1957)
Disebut masa liberal karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal.
1. Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950 untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
2. Plan kasimo yaitu untuk mencipakan swasembada pangan dengan melakukan transmigrasi dari 20 juta penduduk jawa ke sumatera dalam waktu 10 sampai 15 tahun.
3.Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
4. Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi.
5. System ekonomi terpimpin yaitu dimana presiden secara langsung terjun dan mengatur perekonomian pada pemerintahan pusat. Namun pada system ini Indonesia mengalami inflasi yang cukup parah pada tahum 1965, inflasi telah mencapai 650 %.
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
Kas negara kosong.
Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir.Ø Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakanØ kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperolehØ kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik melalui sektor pertanian yang merupakan sumber kekayaan.
3.Masa ORDE BARU
Pada awal orde baru, stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik menjadi prioritas utama. Program pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pengendalian inflasi mutlak dibutuhkan, karena pada awal tahun 1966 tingkat inflasi 650% per tahun.. Setelah melihat hasil pengalaman masa lalu, dimana dalam system tersebut ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan, maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila. Ini merupakan praktek dari salahsatu teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Jadi, dalam kondisi-kondisi dan masalah-masalah tertentu, pasar tidak dibiarkan menentukan sendiri. Misalnya dalam penentuan UMR dan perluasan kesempatan kerja. Ini wanita dan generasi muda, penyebaran pembangunan, dan peradilan. Semua itu dilakukan dengan pelaksanaan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita (Pembangunan lima tahun). Hasilnya, pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras, penurunan angka kemiskinan, perbaikan indikator kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi pendidikan dan penurunan angka kematian bayi, dan industrialisasi yang meningkat pesat. Pemerintah juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk menekan jumlah kelahiran lewat KB dan pengaturan usia adalah awal era Keynes di Indonesia. Kebijakan-kebijakan pemerintah mulai berkiblat pada teori-teori Keynesian. Kebijakan ekonominya diarahkan pada pembangunan di segala bidang, tercermin dalam 8 jalur pemerataan, kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, pembagian pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, partisipasi minimum orang yang akan menikah. Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam, serta penumpukan utang luar negeri. Disamping itu, pembangunan menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang adil. Sehingga meskipun berhasil meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, tapi secara fundamental pembangunan nasional sangat rapuh. Akibatnya, ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.
Maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila yang merupakan praktek dari teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Hasilnya Indonesia berhasil menurunkan angka kemiskinan, perbaikan kesejahteraan rakyat dan industrialisasi meningkat pesat.
Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, penumpukan hutang luar negeri, serta pembangunan menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang sarat KKN. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang adil. Sehingga meskipun berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi secara fundamental pembangunan nasional sangat rapuh. Akibatnya, ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.
4. Masa ORDE REFORMASI
Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan.
Sedangkan pada masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.
5. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono
Kebijakan presiden SBY adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan lain yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin, PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.
21210183
1EB12
Perkembangan Perekonomian Indonesia
1. Berdasarkan perubahan kebijakan yang Belanda lakukan di Hindia Belanda (Indonesia). (SEBELUM KEMERDEKAAN).
• Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) tahun 1620
Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi antara lain :
1. Hak mencetak uang
2. Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
3. Hak menyatakan perang dan damai
4. Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
5. Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
•Pendudukan Inggris (1811 – 1816)
Inggis berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda, dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Dengan Landrent, penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris. Peubahan yang cukup mendasar dalam dalam perekonomian ini sulit dilakukan, dan bahkan mengalami kegagalan di akhir kekuasaan Inggris di Hindia Belanda.
•Cultuurstelstel
Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia.
2. Masa perekonomian pasca kemeredekaan(order lama)
pada awal kemerdekaan, kehidupan ekonomi Indonesia sangat sulit, karena pada masa pendudukan Jepang seluruh potensi ekonomi Indonesia diexploitasi untuk kepentingan perang. Hal ini menyebabkan inflasi yang berat karena adanya mata uang Jepang yang tidak terkedali kas Negara menjadi kosong, pajak-pajak dan bea masuktidak ada, sebaliknya pengeluaran menjadi bertambah.Keadaan yang sulit ini di tambah dengan blockade ekonomi yang dilakukan oleh
Belanda.blokade ini menutup perdagangan Indonesia sejak di mulai pada bulan November 1945.
Alasan Belanda melakukan blokade ekonomi adalah:
• Mencegah masuknya senjata dan peralatan ke militer Indonesia
• Mencegah keluarnya hasil-hasil perkebunan milik belanda dan miki pengusaha asing lainnya
• Melindungi bangsa Indonesia dari tindaka-tindakan dan perbuatan Indonesia yang dilakukan oleh bangsa lain.
1. Masa Demokrasi Liberal (1950 – 1957)
Disebut masa liberal karena dalam politik maupun sistem ekonominya menggunakan prinsip-prinsip liberal.
1. Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950 untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.
2. Plan kasimo yaitu untuk mencipakan swasembada pangan dengan melakukan transmigrasi dari 20 juta penduduk jawa ke sumatera dalam waktu 10 sampai 15 tahun.
3.Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.
4. Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi.
5. System ekonomi terpimpin yaitu dimana presiden secara langsung terjun dan mengatur perekonomian pada pemerintahan pusat. Namun pada system ini Indonesia mengalami inflasi yang cukup parah pada tahum 1965, inflasi telah mencapai 650 %.
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)
Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :
Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Kemudian pada tanggal 6 Maret 1946, Panglima AFNEI (Allied Forces for Netherlands East Indies/pasukan sekutu) mengumumkan berlakunya uang NICA di daerah-daerah yang dikuasai sekutu. Pada bulan Oktober 1946, pemerintah RI juga mengeluarkan uang kertas baru, yaitu ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Berdasarkan teori moneter, banyaknya jumlah uang yang beredar mempengaruhi kenaikan tingkat harga.
Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negri RI.
Kas negara kosong.
Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :
Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir.Ø Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakanØ kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
Konferensi Ekonomi Februari 1946 dengan tujuan untuk memperolehØ kesepakatan yang bulat dalam menanggulangi masalah-masalah ekonomi yang mendesak, yaitu : masalah produksi dan distribusi makanan, masalah sandang, serta status dan administrasi perkebunan-perkebunan.
Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947
Rekonstruksi dan Rasionalisasi Angkatan Perang (Rera) 1948mengalihkan tenaga bekas angkatan perang ke bidang-bidang produktif.
Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik melalui sektor pertanian yang merupakan sumber kekayaan.
3.Masa ORDE BARU
Pada awal orde baru, stabilisasi ekonomi dan stabilisasi politik menjadi prioritas utama. Program pemerintah berorientasi pada usaha pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan negara dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pengendalian inflasi mutlak dibutuhkan, karena pada awal tahun 1966 tingkat inflasi 650% per tahun.. Setelah melihat hasil pengalaman masa lalu, dimana dalam system tersebut ekonomi liberal ternyata pengusaha pribumi kalah bersaing dengan pengusaha nonpribumi dan sistem etatisme tidak memperbaiki keadaan, maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila. Ini merupakan praktek dari salahsatu teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Jadi, dalam kondisi-kondisi dan masalah-masalah tertentu, pasar tidak dibiarkan menentukan sendiri. Misalnya dalam penentuan UMR dan perluasan kesempatan kerja. Ini wanita dan generasi muda, penyebaran pembangunan, dan peradilan. Semua itu dilakukan dengan pelaksanaan pola umum pembangunan jangka panjang (25-30 tahun) secara periodik lima tahunan yang disebut Pelita (Pembangunan lima tahun). Hasilnya, pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras, penurunan angka kemiskinan, perbaikan indikator kesejahteraan rakyat seperti angka partisipasi pendidikan dan penurunan angka kematian bayi, dan industrialisasi yang meningkat pesat. Pemerintah juga berhasil menggalakkan preventive checks untuk menekan jumlah kelahiran lewat KB dan pengaturan usia adalah awal era Keynes di Indonesia. Kebijakan-kebijakan pemerintah mulai berkiblat pada teori-teori Keynesian. Kebijakan ekonominya diarahkan pada pembangunan di segala bidang, tercermin dalam 8 jalur pemerataan, kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, pembagian pendapatan, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, partisipasi minimum orang yang akan menikah. Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, antar golongan pekerjaan dan antar kelompok dalam masyarakat terasa semakin tajam, serta penumpukan utang luar negeri. Disamping itu, pembangunan menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi, kolusi dan nepotisme. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang adil. Sehingga meskipun berhasil meningkatkan
pertumbuhan ekonomi, tapi secara fundamental pembangunan nasional sangat rapuh. Akibatnya, ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga-harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.
Maka dipilihlah sistem ekonomi campuran dalam kerangka sistem ekonomi demokrasi pancasila yang merupakan praktek dari teori Keynes tentang campur tangan pemerintah dalam perekonomian secara terbatas. Hasilnya Indonesia berhasil menurunkan angka kemiskinan, perbaikan kesejahteraan rakyat dan industrialisasi meningkat pesat.
Namun dampak negatifnya adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup dan sumber-sumber daya alam, perbedaan ekonomi antar daerah, penumpukan hutang luar negeri, serta pembangunan menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang sarat KKN. Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang adil. Sehingga meskipun berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi secara fundamental pembangunan nasional sangat rapuh. Akibatnya, ketika terjadi krisis yang merupakan imbas dari ekonomi global, Indonesia merasakan dampak yang paling buruk. Harga harga meningkat secara drastis, nilai tukar rupiah melemah dengan cepat, dan menimbulkan berbagai kekacauan di segala bidang, terutama ekonomi.
4. Masa ORDE REFORMASI
Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan manuver-manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid pun, belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan.
Sedangkan pada masa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional.
5. Masa Kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono
Kebijakan presiden SBY adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan lain yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin, PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.
kemiskinan & ketimpangan pendapatan
ASRIL MUDA HARAHAP
21210183
1EB12
KEMISKINAN & ketimpangan pendapatan
Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek, sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibat terbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya tawar rendah, tabungan nihil, lemah mengantisipasi peluang. Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme, malas, dan rasa terisolir. Sedangkan, dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, diskriminatif, posisi lemah dalam proses pengambil keputusan.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.
berkedudukan menjadi obyek program, tetapi ikut serta menentukan program yang paling cocok bagi mereka. Mereka memutuskan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil dari pelaksanaan program. Nasib dari program, apakah akan terus berlanjut atau berhenti, akan tergantung pada tekad dan komitmen masyarakat sendiri. Kenyataan adanya perbedaan kapasitas daerah untuk berkembang, baik potensi sumberdaya alam ataupun sumberdaya manusia, maka tidak dapat dipungkiri bahwa proses pembangunan telah menghasilkan perbedaan-perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya seperti pendapatan perkapita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel sosial ekonomi mempengaruhi pendapatan perkapita suatu wilayah dan bertujuan untuk mengetahui batas tingkat ketimpangan pemerataan pendapatan.
Perbedaan Kemiskinan dengan Ketimpangan Pendapatan.
- Kemiskinan berkaitan dengan standar hidup yang absolut.
- Sedangkan Ketimpangan mengacu pada standar hidup relatif dari seluruh masyarakat.
Garis Kemiskinan
Semua ukuran kemiskinan dipertimbangkan pada norma tertentu. Pilihan norma tersebut sangat penting terutama dalam pengukuran kemiskinan yang didasarkan pada konsumsi.
Garis kemiskinan didasarkan pada consumption based poverty line dimana terdapat dua elemen :
1. Pengeluaran yang diperlukan untuk standar gizi.
2. Jumlah kebutuhan lain yang bervariasi.
Cara megatasi Kemiskinan
- Pengupahan tenaga kerja (terutama sektor tradisional, modal yang didapat dari pemungutan pajak).
- Menitikberatkan pada transfer sumber daya dari pertanian ke industri melalui mekanisme pasar.
- Menyoroti potensi pesatnya pertumbuhan dalam sektor pertanian yang dibuka dengan kemajuan teknologi
21210183
1EB12
KEMISKINAN & ketimpangan pendapatan
Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek, sosial, ekonomi, psikologi dan politik. Aspek sosial terutama akibat terbatasnya interaksi sosial dan penguasaan informasi. Aspek ekonomi akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi, upah kecil, daya tawar rendah, tabungan nihil, lemah mengantisipasi peluang. Dari aspek psikologi terutama akibat rasa rendah diri, fatalisme, malas, dan rasa terisolir. Sedangkan, dari aspek politik berkaitan dengan kecilnya akses terhadap berbagai fasilitas dan kesempatan, diskriminatif, posisi lemah dalam proses pengambil keputusan.
Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan, sandang, kesehatan, papan, pendidikan. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya.
berkedudukan menjadi obyek program, tetapi ikut serta menentukan program yang paling cocok bagi mereka. Mereka memutuskan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil dari pelaksanaan program. Nasib dari program, apakah akan terus berlanjut atau berhenti, akan tergantung pada tekad dan komitmen masyarakat sendiri. Kenyataan adanya perbedaan kapasitas daerah untuk berkembang, baik potensi sumberdaya alam ataupun sumberdaya manusia, maka tidak dapat dipungkiri bahwa proses pembangunan telah menghasilkan perbedaan-perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya seperti pendapatan perkapita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar variabel sosial ekonomi mempengaruhi pendapatan perkapita suatu wilayah dan bertujuan untuk mengetahui batas tingkat ketimpangan pemerataan pendapatan.
Perbedaan Kemiskinan dengan Ketimpangan Pendapatan.
- Kemiskinan berkaitan dengan standar hidup yang absolut.
- Sedangkan Ketimpangan mengacu pada standar hidup relatif dari seluruh masyarakat.
Garis Kemiskinan
Semua ukuran kemiskinan dipertimbangkan pada norma tertentu. Pilihan norma tersebut sangat penting terutama dalam pengukuran kemiskinan yang didasarkan pada konsumsi.
Garis kemiskinan didasarkan pada consumption based poverty line dimana terdapat dua elemen :
1. Pengeluaran yang diperlukan untuk standar gizi.
2. Jumlah kebutuhan lain yang bervariasi.
Cara megatasi Kemiskinan
- Pengupahan tenaga kerja (terutama sektor tradisional, modal yang didapat dari pemungutan pajak).
- Menitikberatkan pada transfer sumber daya dari pertanian ke industri melalui mekanisme pasar.
- Menyoroti potensi pesatnya pertumbuhan dalam sektor pertanian yang dibuka dengan kemajuan teknologi
Selasa, 17 Mei 2011
Uang dan pembiayaan pembangunan
Asril Muda Harahap
21210183
1EB12
Uang dan pembiayaan pembangunan
Uang
a. Pengertian uang
Definisi uang menurut berbagai ahli adalah sebagai berikut.
• A.C. Pigou : dalam bukunya yang berjudul The Veil of Money, yang menjelaskan uang adalah sebagia alat tukar
• D.H. Robertson: dalam bukunya Money, ia mengatakan bahwa money is something recepted in payment of goods. Yang artinya, uang adalah sebagai sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang yang di inginkan.
• R.G. Thomas : dalam bukunya Our Modern Banking ia menjelaskan bahwa money is something that is readily and general accepted by public in payment for goods, services and other valuable assets and for the payment for debts. Artinya uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembeli barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
b. Fungsi uang
Fungsi asli uang adalah sebai alat tukar, sebagai alat kesatuan itung, dan sebagia alat penyimpan nilai, sedangkan fungsi turunan adalah sebagai alat penunda pembayaran dan penambhan kekayaan.
c. jenis-jenis uang
Uang tebagi 3 jenis yaitu.
• Uang kartal (Common Money )
uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib di gunakan sehari-hari
• Uang giral
Uang giral adalah uang yg berbentuk cek, giro atau telegraphic transfer. Uang giral bukan merupakan pembayaran yang sah, artinya masyarakat boleh menolak di bayar dengan uang giral, karena beredarnya hanya di kalangan tertentu, misalnya orang yang memiliki rekening di bank atau uang giral.
• Uang quasi
Uang quasi adalah uangyang beredar di masyarakat berupa uang-uang yang di tabung baik dirumah maupun di lembaga-lembaga bank dan nonbank kecuali tabungan giro.
d. Permintaan dan penawaran uang
• Permintaan uang
1. Permintaan uang klasik
Menurut para ahli ekonomi klasik, fungsi uang hanyalah sebagi alat tukar sehingga jumlah uang yang diterima sebanding dengan tingkat output atau pendapatan. Jika tingkat output atau pendapatan meningkat maka jumlah uang yang di minta juga akan meningkat. Hal ini dapat di rumus kan sebagi berikut.
(M/P)d = k.Y
Sebagaimana anggapan kaum klasik bahwa uang hanya berfungsi alat tukar, maka bersifat netral, artinya uang hanya mempengaruhi tingkat harga. Pendapatan ini dinyatakan dalam persamaan kuantitas uang klasik oleh Irving Fisher sebagai berikut.
M x V = P x T atau MV = PT
2. Teori permintaan uang Keynesian
Menurut John Maynard Keynes adalah karena unag di perlukan sebagai alat pembayaran ( transaction motive), untuk keperluan berjaga-jaga.
• Penawaran uang
Penawaran uang adalah jumlah uang yang beredar sebagai uang kertas dalam suatu perekonomian.
a. Dalam arti yang sempit ( narrow money)
Jumlah uang yang beredar merupakan seluruh uang kartal yang di pegang oleh masyarakat dan uang giral yang dimiliki oleh perseorangan dalam bank-bank umum.
b. Dalam arti luas ( broad money)
Uang yang beredar selain uang kartal dab uang giro yang dipegang oleh masyarakat, juga termasuk deposito jangka panjang dan tabungan masyarakat (uang kuasi), karena tabungan dan deposito bejangka ini dapat berubah menjadi uang tunai sama dengan uang kartal.
c. Dalam arti yang paling luas
Dalam pengertian yang luas ini jumlah uang beredar juga termasuk uang yang disimpan di lembaga keuangan lain di bukan bank (bukan bank umum dan bank tabungan) asalkan memenuhi syarat sebagai uang, yaitu harganya tetap dan dapat diterima masyarakat secara umum.
B. PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
Seperti yang kita ketahui setiap negara pasti terus menerus melakukan pembangunan guna mencapai negara yang lebih sejahtera dan maju, pembangunan dilakukan juga oleh Indonesia selaku negara yang sedang berkembang. Adapun sumber pembiayaan pembangunan yang utama adalah berasal dari pajak tapi pajak bukan satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan, ada sumber lainnya dan ada beberapa sumber juga yang dapat dijasikan sumber alternatif.
Empat sumber konvensional untuk pembiayaan pembangunan adalah
• Sumber-sumber domestik
Sumber-sumber domestik untuk pembiayaan pembangunan yang secara garis besar dikategorikan bersumber dari pajak dan non pajak. Kajian mengenai sumber-sumber domestik untuk pembiayaan pembangunan menunjukkan bahwa ketersediaan dan mobilisasi sumber-sumber dana domestik, merupakan persyaratan bagi pembentukan modal riil dan pada gilirannya pembagunan nasional. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika sumber-sumber dimobilisasi dan ditransformasikan secara efisien menjadi kegiatan produktif. Penciptaan sumber-sumber domesti untuk menabung dan menanamkan modal secara produktif merupakan landasan utama pembangunan yang berkelanjutan.
• Investasi asing
Pembahasan lebih fokus pada penanaman modal asing sebagai salah satu komponen aliran modal yang masuk ke suatu negara menunjukkan bahwa penanaman modal asing merupakan aliran modal yang relatif stabil dan mempunyai resiko yang kecil dibandingkan aliran modal lainnya, misalnya portofolio investasi ataupun utang luar negeri. Salah satu sebabnya adalah dikarenakan PMA tidak begitu mudah terkena gejolak fluktuasi mata uang (seperti halnya investasi portofolio) ataupun beban bunga yang berat (misalnya utang luar negeri).
• Perdagangan internasional
Perdagangan internasional diharapkan dapat menjadi mesin dari pertumbuhan ekonomi. Guna mengembangkan perdagangan internasional, setidaknya diperlukan dua hal yaitu penciptaan persaingan sehat di dalam negeri untuk meningkatkan daya saing serta peningkatan akses pasar perdagangan internasional.
• Utang dan bantuan luar negri
Berdasarkan pengalaman yang panjang, jika pinjaman tidak direncanakan secara matang dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, tidak dialokasikan scara tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan secara efisien, maka utang luar negeri akan dapat menimbulkan masalah besar dan bahkan menyebabkan fiscal unsustainable. Sejalan dengan amanat GBHN 1999 bahwa Indonesia harus meningkatkan kemampuan pengelolaan dana pinjaman luar negeri dengan tujuan akhir adalah mencapai kemandirian dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karen itu manajemen utang luar negeri harus diperbaiki bahkan diubah untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatannya dan di kontrol sampai pada level yang aman.
21210183
1EB12
Uang dan pembiayaan pembangunan
Uang
a. Pengertian uang
Definisi uang menurut berbagai ahli adalah sebagai berikut.
• A.C. Pigou : dalam bukunya yang berjudul The Veil of Money, yang menjelaskan uang adalah sebagia alat tukar
• D.H. Robertson: dalam bukunya Money, ia mengatakan bahwa money is something recepted in payment of goods. Yang artinya, uang adalah sebagai sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang yang di inginkan.
• R.G. Thomas : dalam bukunya Our Modern Banking ia menjelaskan bahwa money is something that is readily and general accepted by public in payment for goods, services and other valuable assets and for the payment for debts. Artinya uang adalah sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembeli barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
b. Fungsi uang
Fungsi asli uang adalah sebai alat tukar, sebagai alat kesatuan itung, dan sebagia alat penyimpan nilai, sedangkan fungsi turunan adalah sebagai alat penunda pembayaran dan penambhan kekayaan.
c. jenis-jenis uang
Uang tebagi 3 jenis yaitu.
• Uang kartal (Common Money )
uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib di gunakan sehari-hari
• Uang giral
Uang giral adalah uang yg berbentuk cek, giro atau telegraphic transfer. Uang giral bukan merupakan pembayaran yang sah, artinya masyarakat boleh menolak di bayar dengan uang giral, karena beredarnya hanya di kalangan tertentu, misalnya orang yang memiliki rekening di bank atau uang giral.
• Uang quasi
Uang quasi adalah uangyang beredar di masyarakat berupa uang-uang yang di tabung baik dirumah maupun di lembaga-lembaga bank dan nonbank kecuali tabungan giro.
d. Permintaan dan penawaran uang
• Permintaan uang
1. Permintaan uang klasik
Menurut para ahli ekonomi klasik, fungsi uang hanyalah sebagi alat tukar sehingga jumlah uang yang diterima sebanding dengan tingkat output atau pendapatan. Jika tingkat output atau pendapatan meningkat maka jumlah uang yang di minta juga akan meningkat. Hal ini dapat di rumus kan sebagi berikut.
(M/P)d = k.Y
Sebagaimana anggapan kaum klasik bahwa uang hanya berfungsi alat tukar, maka bersifat netral, artinya uang hanya mempengaruhi tingkat harga. Pendapatan ini dinyatakan dalam persamaan kuantitas uang klasik oleh Irving Fisher sebagai berikut.
M x V = P x T atau MV = PT
2. Teori permintaan uang Keynesian
Menurut John Maynard Keynes adalah karena unag di perlukan sebagai alat pembayaran ( transaction motive), untuk keperluan berjaga-jaga.
• Penawaran uang
Penawaran uang adalah jumlah uang yang beredar sebagai uang kertas dalam suatu perekonomian.
a. Dalam arti yang sempit ( narrow money)
Jumlah uang yang beredar merupakan seluruh uang kartal yang di pegang oleh masyarakat dan uang giral yang dimiliki oleh perseorangan dalam bank-bank umum.
b. Dalam arti luas ( broad money)
Uang yang beredar selain uang kartal dab uang giro yang dipegang oleh masyarakat, juga termasuk deposito jangka panjang dan tabungan masyarakat (uang kuasi), karena tabungan dan deposito bejangka ini dapat berubah menjadi uang tunai sama dengan uang kartal.
c. Dalam arti yang paling luas
Dalam pengertian yang luas ini jumlah uang beredar juga termasuk uang yang disimpan di lembaga keuangan lain di bukan bank (bukan bank umum dan bank tabungan) asalkan memenuhi syarat sebagai uang, yaitu harganya tetap dan dapat diterima masyarakat secara umum.
B. PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN
Seperti yang kita ketahui setiap negara pasti terus menerus melakukan pembangunan guna mencapai negara yang lebih sejahtera dan maju, pembangunan dilakukan juga oleh Indonesia selaku negara yang sedang berkembang. Adapun sumber pembiayaan pembangunan yang utama adalah berasal dari pajak tapi pajak bukan satu-satunya sumber pembiayaan pembangunan, ada sumber lainnya dan ada beberapa sumber juga yang dapat dijasikan sumber alternatif.
Empat sumber konvensional untuk pembiayaan pembangunan adalah
• Sumber-sumber domestik
Sumber-sumber domestik untuk pembiayaan pembangunan yang secara garis besar dikategorikan bersumber dari pajak dan non pajak. Kajian mengenai sumber-sumber domestik untuk pembiayaan pembangunan menunjukkan bahwa ketersediaan dan mobilisasi sumber-sumber dana domestik, merupakan persyaratan bagi pembentukan modal riil dan pada gilirannya pembagunan nasional. Pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai jika sumber-sumber dimobilisasi dan ditransformasikan secara efisien menjadi kegiatan produktif. Penciptaan sumber-sumber domesti untuk menabung dan menanamkan modal secara produktif merupakan landasan utama pembangunan yang berkelanjutan.
• Investasi asing
Pembahasan lebih fokus pada penanaman modal asing sebagai salah satu komponen aliran modal yang masuk ke suatu negara menunjukkan bahwa penanaman modal asing merupakan aliran modal yang relatif stabil dan mempunyai resiko yang kecil dibandingkan aliran modal lainnya, misalnya portofolio investasi ataupun utang luar negeri. Salah satu sebabnya adalah dikarenakan PMA tidak begitu mudah terkena gejolak fluktuasi mata uang (seperti halnya investasi portofolio) ataupun beban bunga yang berat (misalnya utang luar negeri).
• Perdagangan internasional
Perdagangan internasional diharapkan dapat menjadi mesin dari pertumbuhan ekonomi. Guna mengembangkan perdagangan internasional, setidaknya diperlukan dua hal yaitu penciptaan persaingan sehat di dalam negeri untuk meningkatkan daya saing serta peningkatan akses pasar perdagangan internasional.
• Utang dan bantuan luar negri
Berdasarkan pengalaman yang panjang, jika pinjaman tidak direncanakan secara matang dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, tidak dialokasikan scara tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan secara efisien, maka utang luar negeri akan dapat menimbulkan masalah besar dan bahkan menyebabkan fiscal unsustainable. Sejalan dengan amanat GBHN 1999 bahwa Indonesia harus meningkatkan kemampuan pengelolaan dana pinjaman luar negeri dengan tujuan akhir adalah mencapai kemandirian dalam pembiayaan pembangunan. Oleh karen itu manajemen utang luar negeri harus diperbaiki bahkan diubah untuk meningkatkan optimalisasi pemanfaatannya dan di kontrol sampai pada level yang aman.
kebijakan moneter
KEBJAKAN MONETER
1. Definisi dan pengertian kebijakan moneter
Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Yang dimaksud dengan yang lebih baik adalah menigkatnya output kesimbangan dan terpeliharanya stabilitas harga( inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau menurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya memperthankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang yang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif ( monetary expansve). Sebaikanya jika jumlah uang yang beredar dikurangi, pemerintah menempuh kebijakan moneter konraktif (moneter contractive). Istilah lain untuk kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakn uang ketat( tight omey policy).
2. Instrumen kebijakan moneter
Ada tiga instrument utama yang digunakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar yaitu, operasi pasar (open requirement operation ), fasilitas diskonto (discount rate), dan rasio cadangan wajib ( reserve reguirement ratio). Di luar tiga istrumen tersebut ( yang merupakan kebijakan moneter bersifat kuantitatif ), pemerintah dapat melakukan imbauan moral (moral persuasion).
a. Operasi pasar terbuka (open market operation)
Yang dimaksud dengan operasi pasar terbuka adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar dengan cara menjual atau membeli surat –surat berharga milik pemeritah ( government securities). Dengan demikian uang yang beredar di dalam masyarakat mengalir di dalam otoritas moneter, sehingga jumlah uang yang beredar berkurang. Jika ingin menambah uang yang beredar maka pemerintah harus membeli kembali surat-surat berharga tersebut ( open market baying).
b. Fasilitas diskonto ( discount rate)
Yang dimaksud dengan tingkat bunga diskoto adalah tingakat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Dalam kondisi tertentu, bank-bank mengalam i kekurangan uang, sehingga mereka harus meminjam kepada bank sentral. Kebutuhan ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menambahkan jumlah uang yang beredar.
c. Rasio cadangan wajib ( reserve requirement ratio)
Penetapan ratio cadangan wajib juga dapat mengubah uang yang beredar. Jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Misalnya jika rasio cadangan wajib mulanya hanya 10%, maka untuk setiap unti deposito yang diterima, perbankan dapat mengalirkan pinjaman sebesar 90% dari deposito yang diterima perbankan. Dengan demikian angka multipler uang dari system perbankan adalah 10.
d. Imbauan moral ( moral persuasion)
Dengam imbauan moral, otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan uang yang beredar. Misalnya, gebernur bank Indonesia dapat memberikan saran agar perbankan berhati-hati dangan kreditas atau membatasi keinginannya meminjam uang dari bank sentral ( berhati-hati menggunakan fasilitas diskonto).
3. Kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi
Kebijakan moneter dikatakan efektif mampu mengendalikan tingkat output dana dan harga. Untuk mengevaluasi efektifitas kebijakn moneter, peralatan analisis yang paling sederhana adalah kurva IS-LM.
a. Pengaruh moneter terhadap keseimbangan uang –modal
Pengaturan jummlah uang dapat mempengaruh kondisi keseimbangan pasar uang. Akan memberikan keseimbangan terhadap pasar uang-modal bila jumlah uang yang beredar di tambah.
b. Sisi output
Kenaikan tingkat suku bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana investasi yang dibatalkan, sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi mejadi lebih kecil.
c. Sisi biaya
Kenaikan tingkat suku bunga akan menaikan biaya produksi dikarenakan naiknya biaya modal.
1. Definisi dan pengertian kebijakan moneter
Yang dimaksud dengan kebijakan moneter adalah upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar. Yang dimaksud dengan yang lebih baik adalah menigkatnya output kesimbangan dan terpeliharanya stabilitas harga( inflasi terkontrol). Melalui kebijakan moneter pemerintah dapat mempertahankan, menambah atau menurangi jumlah uang yang beredar dalam upaya memperthankan kemampuan ekonomi bertumbuh, sekaligus mengendalikan inflasi.
Jika yang dilakukan adalah menambah jumlah uang yang beredar, maka pemerintah dikatakan menempuh kebijakan moneter ekspansif ( monetary expansve). Sebaikanya jika jumlah uang yang beredar dikurangi, pemerintah menempuh kebijakan moneter konraktif (moneter contractive). Istilah lain untuk kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakn uang ketat( tight omey policy).
2. Instrumen kebijakan moneter
Ada tiga instrument utama yang digunakan untuk mengatur jumlah uang yang beredar yaitu, operasi pasar (open requirement operation ), fasilitas diskonto (discount rate), dan rasio cadangan wajib ( reserve reguirement ratio). Di luar tiga istrumen tersebut ( yang merupakan kebijakan moneter bersifat kuantitatif ), pemerintah dapat melakukan imbauan moral (moral persuasion).
a. Operasi pasar terbuka (open market operation)
Yang dimaksud dengan operasi pasar terbuka adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar dengan cara menjual atau membeli surat –surat berharga milik pemeritah ( government securities). Dengan demikian uang yang beredar di dalam masyarakat mengalir di dalam otoritas moneter, sehingga jumlah uang yang beredar berkurang. Jika ingin menambah uang yang beredar maka pemerintah harus membeli kembali surat-surat berharga tersebut ( open market baying).
b. Fasilitas diskonto ( discount rate)
Yang dimaksud dengan tingkat bunga diskoto adalah tingakat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Dalam kondisi tertentu, bank-bank mengalam i kekurangan uang, sehingga mereka harus meminjam kepada bank sentral. Kebutuhan ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menambahkan jumlah uang yang beredar.
c. Rasio cadangan wajib ( reserve requirement ratio)
Penetapan ratio cadangan wajib juga dapat mengubah uang yang beredar. Jika rasio cadangan wajib diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Misalnya jika rasio cadangan wajib mulanya hanya 10%, maka untuk setiap unti deposito yang diterima, perbankan dapat mengalirkan pinjaman sebesar 90% dari deposito yang diterima perbankan. Dengan demikian angka multipler uang dari system perbankan adalah 10.
d. Imbauan moral ( moral persuasion)
Dengam imbauan moral, otoritas moneter mencoba mengarahkan atau mengendalikan uang yang beredar. Misalnya, gebernur bank Indonesia dapat memberikan saran agar perbankan berhati-hati dangan kreditas atau membatasi keinginannya meminjam uang dari bank sentral ( berhati-hati menggunakan fasilitas diskonto).
3. Kebijakan moneter dan keseimbangan ekonomi
Kebijakan moneter dikatakan efektif mampu mengendalikan tingkat output dana dan harga. Untuk mengevaluasi efektifitas kebijakn moneter, peralatan analisis yang paling sederhana adalah kurva IS-LM.
a. Pengaruh moneter terhadap keseimbangan uang –modal
Pengaturan jummlah uang dapat mempengaruh kondisi keseimbangan pasar uang. Akan memberikan keseimbangan terhadap pasar uang-modal bila jumlah uang yang beredar di tambah.
b. Sisi output
Kenaikan tingkat suku bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana investasi yang dibatalkan, sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi mejadi lebih kecil.
c. Sisi biaya
Kenaikan tingkat suku bunga akan menaikan biaya produksi dikarenakan naiknya biaya modal.
Selasa, 01 Maret 2011
SOFT SKIIL
Nama : Asril Muda Harahap
NPM : 21210183
Kelas : 1EB12
Soft skiil
Menurut banyak orang Softskill sering juga disebut keterampilan dan kreativitas sesorang yang digunakan dalam berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain. Secara garis besar keterampilan dan kreativitas dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:
1. 1.process skill
2. social skill
3. generic skill
Contoh lain dari keterampilan-keterampilan yang dimasukkan dalam kategori soft skills adalah integritas, inisiatif, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, dan lainnya. Keterampilan-keterampilan tersebut umumnya berkembang dalam kehidupan bermasyarakat.
Soft skills dapat diartikan sebagai kererampilan seseorang dapalam melakukan kegiatan atau kerja agar meningkatkan mutu dalam melakukan kegiatan atau kerja. softskills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Akan tetapi sofskill dapat dilihat apabila seseorang itu melakukannya dennga sunguh-sunguh dan dengan bekerja keras agar sofskiilnya dapat terlihat. Namun, sofskiil inii dapat berubah jika seseorang yang berkaitan mau merubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru.
Penulis buku-buku serial manajemen diri, Aribowo, membagi soft skills atau people skills menjadi dua bagian, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Adapun Interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain.
NPM : 21210183
Kelas : 1EB12
Soft skiil
Menurut banyak orang Softskill sering juga disebut keterampilan dan kreativitas sesorang yang digunakan dalam berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain. Secara garis besar keterampilan dan kreativitas dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:
1. 1.process skill
2. social skill
3. generic skill
Contoh lain dari keterampilan-keterampilan yang dimasukkan dalam kategori soft skills adalah integritas, inisiatif, motivasi, etika, kerja sama dalam tim, kepemimpinan, kemauan belajar, komitmen, mendengarkan, tangguh, fleksibel, komunikasi lisan, jujur, berargumen logis, dan lainnya. Keterampilan-keterampilan tersebut umumnya berkembang dalam kehidupan bermasyarakat.
Soft skills dapat diartikan sebagai kererampilan seseorang dapalam melakukan kegiatan atau kerja agar meningkatkan mutu dalam melakukan kegiatan atau kerja. softskills ini dimiliki oleh setiap orang dengan kadar yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh kebiasaan berfikir, berkata, bertindak dan bersikap. Akan tetapi sofskill dapat dilihat apabila seseorang itu melakukannya dennga sunguh-sunguh dan dengan bekerja keras agar sofskiilnya dapat terlihat. Namun, sofskiil inii dapat berubah jika seseorang yang berkaitan mau merubahnya dengan cara berlatih membiasakan diri dengan hal-hal yang baru.
Penulis buku-buku serial manajemen diri, Aribowo, membagi soft skills atau people skills menjadi dua bagian, yaitu intrapersonal skills dan interpersonal skills. Intrapersonal skills adalah keterampilan seseorang dalam ”mengatur” diri sendiri. Intrapersonal skills sebaiknya dibenahi terlebih dahulu sebelum seseorang mulai berhubungan dengan orang lain. Adapun Interpersonal skills adalah keterampilan seseorang yang diperlukan dalam berhubungan dengan orang lain.
ALQUR'AN Dan AL-HADIST
Nama : Asril Muda Harahap
NPM : 21210183
Kelas : 1EB12
Ayat- Ayat AL-QUR’AN Dan AL HADIST
Beriman kepada malaikat merupakan salah satu perkara yang wajib dimiliki oleh setiap jiwa-jiwa muslim. Karena hal ini merupakan salah satu syarat untuk menuju kesempurnaan iman kepada Allah swt. Beriman kepada malaikat-malaikat Allah swt merupakan satu perkara wajib, yang telah diperintahkan bagi umat muslim oleh Allah swt dan Rasulullah saw, sebagaimana tercantum di dalam Al Quran dan Al Hadits. Berikut beberapa dalil berkenaan dengan iman kepada malaikat-malaikat Allah swt yang kami kutip dari Al Quran dan Al Hadits.
Firman Allah swt:
”Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 136)
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 30)
“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 285)
“Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.” (QS. An Nisa’: 172)
“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al Haqqah: 17)
“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al Muddatstsir: 31)
“(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du: 23-24)
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiyaa’: 19-20)
Sabda Rasulullah saw:
“Rasulullah saw. pada suatu hari bersama para sahabat, lalu seorang laki-laki datang padanya kemudian berkata; “Ya Rasulullah, apakah iman itu?” Rasul menjawab, “Iman adalah kamu beriman pada Allah, malaikat, kitabNya, bertemu denganNya, para Rasul, dan beriman kepada hari kebangkitan.””
“Ya Allah Tuhannya Jibril, Tuhannya Mikail, Tuhannya Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu dalam apa yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk kepada kebenaran yang mereka berselisih di dalamnya dengan izin-Mu, karena Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya Al-Bait Al-Ma’mur (rumah di langit ke tujuh yang dikelilingi para malaikat) dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak keluar daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Pada hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” (HR. Imam Malik, Hadits ini shahih)
“Terkadang malaikat menjelma kepadaku seperti orang laki-laki, kemudian ia berbicara kepadaku dan aku memahami apa yang ia ucapkan.” (HR. Bukhari)
“Malaikat malam dan malaikat siang secara bergantian datang kepada kalian.” (HR. Bukhari)
“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian.” (HR. Muslim)
Wallahua’lam
NPM : 21210183
Kelas : 1EB12
Ayat- Ayat AL-QUR’AN Dan AL HADIST
Beriman kepada malaikat merupakan salah satu perkara yang wajib dimiliki oleh setiap jiwa-jiwa muslim. Karena hal ini merupakan salah satu syarat untuk menuju kesempurnaan iman kepada Allah swt. Beriman kepada malaikat-malaikat Allah swt merupakan satu perkara wajib, yang telah diperintahkan bagi umat muslim oleh Allah swt dan Rasulullah saw, sebagaimana tercantum di dalam Al Quran dan Al Hadits. Berikut beberapa dalil berkenaan dengan iman kepada malaikat-malaikat Allah swt yang kami kutip dari Al Quran dan Al Hadits.
Firman Allah swt:
”Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 136)
“Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 98)
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al Baqarah: 30)
“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan Kami taat.” (mereka berdoa): “Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (QS. Al Baqarah: 285)
“Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barangsiapa yang enggan dari menyembah-Nya, dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.” (QS. An Nisa’: 172)
“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.” (QS. Al Haqqah: 17)
“Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari Malaikat: dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk Jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al kitab dan orng-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.” (QS. Al Muddatstsir: 31)
“(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar Ra’du: 23-24)
“Dan kepunyaan-Nyalah segala yang di langit dan di bumi. dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS. Al Anbiyaa’: 19-20)
Sabda Rasulullah saw:
“Rasulullah saw. pada suatu hari bersama para sahabat, lalu seorang laki-laki datang padanya kemudian berkata; “Ya Rasulullah, apakah iman itu?” Rasul menjawab, “Iman adalah kamu beriman pada Allah, malaikat, kitabNya, bertemu denganNya, para Rasul, dan beriman kepada hari kebangkitan.””
“Ya Allah Tuhannya Jibril, Tuhannya Mikail, Tuhannya Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata, Engkau memutuskan di antara hamba-hamba-Mu dalam apa yang mereka perselisihkan, berilah aku petunjuk kepada kebenaran yang mereka berselisih di dalamnya dengan izin-Mu, karena Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan yang lurus.” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya Al-Bait Al-Ma’mur (rumah di langit ke tujuh yang dikelilingi para malaikat) dalam setiap hari dimasuki tujuh puluh ribu malaikat dan mereka tidak keluar daripadanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
“Pada hari Jum’at, di setiap pintu-pintu masjid terdapat malaikat-malaikat yang menulis. Orang pertama dan seterusnya. Jika imam telah duduk, maka para malaikat menutup buku catatannya, kemudian mereka mendengarkan dzikir.” (HR. Imam Malik, Hadits ini shahih)
“Terkadang malaikat menjelma kepadaku seperti orang laki-laki, kemudian ia berbicara kepadaku dan aku memahami apa yang ia ucapkan.” (HR. Bukhari)
“Malaikat malam dan malaikat siang secara bergantian datang kepada kalian.” (HR. Bukhari)
“Allah menciptakan malaikat dari cahaya, menciptakan jin dari nyala api, dan menciptakan Adam dari apa yang telah disifatkan (dijelaskan) kepada kalian.” (HR. Muslim)
Wallahua’lam
Langganan:
Postingan (Atom)